Indonesia English


Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering merasa minder. Umat Islam --mungkin karena faktor masa lalu-- sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.

Berita

    Tokoh Mancanegara Doakan Gus Dur

    Makam KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, tak pernah sepi pengunjung. Hingga sebulan pasca meninggalnya presiden ke-4 RI tersebut, masyarakat masih berdatangan untuk berziarah. Termasuk kalangan muslim luar negeri.

    Empat tokoh yang tergabung dalam organisasi Islam Internasional Simply Islam dan Arus Damai serta Radical Middle Way (London) mengunjungi makam Gus Dur, Selasa (26/1).
     
    Mereka adalah Abdurahman (Inggris), Mohamed Nassir (Singapura), Syekh Faraz Rabbani (Kanada), dan Syekh Saad Al Attas (Afrika). Mereka datang bersama Ketua Moderate Moslem Society Zuhairi Misrawi dan Hamim Rosyidi, ketua II Yayasan Darul Hikmah Mojokerto.
     
    Direktur Simply Islam Mohamed Nassir menyatakan sangat mengagumi Gus Dur. "Ketokohannya bukan hanya di Indonesia, tapi juga di dunia," ucapnya setelah berziarah kemarin.
     
    Menurut dia, Gus Dur mampu membawa Islam Indonesia ke kancah internasional. Sekaligus mengangkat citra Islam yang damai, toleran, dan humanis. "Gagasan yang diusung sama dengan yang kita cita-citakan," terangnya. Yakni, menunjukkan wajah Islam yang penuh cinta kasih dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
     
    Selama ini, Simply Islam yang bermarkas di Singapura bekerja sama dengan Arus Damai dan Radical Middle Way mengadakan lawatan ke kampus-kampus di Indonesia dengan menghadirkan tokoh-tokoh modernis internasional.
     
    Target Simply Islam adalah para pemuda Indonesia yang tergabung dalam berbagai organisasi. Misi mereka adalah menyebarkan Islam jalan tengah atau Islam damai dengan mengadakan workshop, seminar, serta pengajian keagamaan di kampus-kampus.
     
    Simply Islam telah mengadakan seminar internasional kepemudaan di beberapa kampus Indonesia. Di antaranya, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Kalijaga, dan IAIN Sunan Ampel.
     
    Selain seminar, workshop, atau kajian yang sudah menjadi agenda tetap Simply Islam, mereka berencana membuat program baru seperti pemberian beasiswa dan pertukaran pelajar. "Kami ingin mewujudkan unity in diversity (persatuan dalam perbedaan, Red)," ungkapnya.
     
    Rombongan tiba di Pesantren Tebuireng pukul 10.00 dan langsung diterima pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) sekitar sejam. Setelah itu, mereka berdoa di makam selama beberapa saat.
     
    Sejumlah warga Tionghoa kemarin juga berziarah ke makam Gus Dur. Di antaranya, salah seorang Ketua Bidang Pengurus Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Donny A. Salim, Ketua Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya Bambang Sujanto, Ketua PITI Nganjuk Sodiqin, serta Ketua Takmir Masjid Sunan Ampel Gus Azmi.
     
    "Gus Dur orang yang luar biasa. Kalau memperjuangkan apa pun, dia tidak tanggung-tanggung. Tanpa peduli apa pun yang menghalangi. Misalnya, ketika memperjuangkan orang Tionghoa memeluk Konghucu. Sampai sekarang belum ada ganti Gus Dur," tegas Bambang yang mengaku cukup lama mengenal Gus Dur.
     
    Gus Sholah mengungkapkan, jumlah tamu yang berziarah ke makam Gus Dur tidak terhitung. Mereka datang dari seluruh penjuru dunia. "Ketua PCI (Pengurus Cabang Istimewa, Red) Arab Saudi juga ke sini," ujarnya.
     
    Ketua PCI tersebut menyampaikan duka sebagian warga Arab atas meninggalnya Gus Dur. "Mereka bilang, yang paling sedih justru rajanya," ucap Gus Sholah.
     
    Raja Arab dikenal sangat garang dan selalu serius. Wibawanya sangat besar, sehingga terkesan menakutkan. "Tapi, saat bersama Gus Dur, dia bisa dibuat tertawa," kata Gus Sholah menirukan ucapan pengurus PCI. Sekarang, sepeninggal Gus Dur, mereka khawatir tidak ada lagi yang bisa membuat raja Arab Saudi tersebut tertawa.
     
    Setelah berziarah di makam Gus Dur, rombongan tersebut mampir ke Ponpes Darul Hikmah, Sooko, Mojokerto, pimpinan KH Ibnu Amirudin. Acara yang dipusatkan di Masjid PP Darul Hikmah itu dikemas dalam silaturahmi dan ceramah agama oleh Syekh Faraz Rabbani (Kanada) dan Syekh Saad Al Attas (Afrika). Ada pula lantunan salawat Mohamed Nassir (Singapura) bersama para santri PP Darul Hikmah.

    Sumber: www.jpnn.com | Rabu, 27 Januari 2010 , 00:05:00