Salurkan sumbangan Anda ke Dompet Gus Dur untuk bencana atas nama Yayasan Lembaga Abdurrahman Wahid di Bank Mandiri No. Rekening 070 000 46 89 621 / Bank Mandiri Cabang Menara Bidakara - Jakarta / Kode Swift: BMRIIDJA <---> Transfer your donation for Wasior, Mentawai and Merapi victims through Dompet Gus Dur to Yayasan Lembaga Abdurrahman Wahid (Account Number: 070 000 46 89 621 / Bank Mandiri Cabang Menara Bidakara Jakarta 12190 - Indonesia / SWIFT Code: BMRIIDJA)

Indonesia English


Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering merasa minder. Umat Islam --mungkin karena faktor masa lalu-- sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.

Berita

    Puisi Ulang Tahun untuk Gus Dur

    JAKARTA-GUSDUR.NET. Menyambut hari ulang tahun mendiang KH. Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, yang jatuh pada tanggal 4 Agustus, banyak cara yang dilakukan beberapa kalangan untuk menyampaikan ucapan Selamat. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa Indonesia. Dalam note (catatan, red) facebooknya (Tionghoa Indonesia), tertulis sebuah puisi berjudul "Selamat Ulang Tahun ke-71, Gus."

    Puisi karya WS. Budi S.T. tersebut diupload di situs jejaring sosial facebook pada Kamis (4/8) sore, pukul 17:01 WIB. "Gus Dur adalah seorang Tokoh yang berjiwa Negarawan. Beliau ini sungguh besar Jasa2 nya bagi rakyat terutama juga bagi orang2 keturunan Tionghoa," ujar penulis puisi dalam catatan akhirnya. "Semoga beliau tenang di alam sana." (wrf)

     

    Selamat Ulang Tahun ke 71, Gus

    Ketika orang-orang diam saja,

    Engkau sudah berbicara,

    Kala orang mulai berwacana,

    Dikau telah berbuat nyata,

    Dan saat orang ikut-ikutan,

    Sampeyan berani pasang badan.

     

    Hati nurani sampeyan begitu peka,

    Pada setiap bentuk ketidakadilan,

    Secara spontan sampeyan membela,

    Dengan ikhlas penuh ketulusan.

     

    Gus,

    Andai sampeyan masih di Ciganjur,

    Usia sampeyan tepat tujuh satu,

    Kita bisa makan bareng tumpengan,

    Dan Bu Sinta cium pipi kiri dan kanan.

     

    Namun kini sampeyan sudah pindah,

    Ke rumah asri Gusti Allah,

    Apakah disana ulang tahun dirayakan?

    Dan handai-taulan ramai berdatangan?

     

    Gus,

    Sedang apa sampeyan sekarang?

    Duduk santai sambil sarungan?

    Atau asyik berbincang-bincang?

    Dengan proklamator dan para pahlawan?

     

    Gus,

    Tolong diskusikan masa depan negeri ini,

    Dengan seluruh pahlawan negeri.

    Sampaikan resep yang mujarab,

    Agar para elitenya sadar bertobat,

    Rakyatnya sehat berjiwa kuat,

    Rohaniwannya ikhlas bermartabat.

     

    Gus,

    Sampaikan permohonan kepada Gusti,

    Semoga anak-anak negeri ini,

    Hidup lurus berbudi pekerti,

    Bekerja keras setulus hati,

    Rajin jujur dan mawas diri,

    Giat belajar berjiwa besar,

    Rukun harmonis penuh empati,

    Tahu malu anti korupsi.

     

    Semoga Kebajikan Tuhan merakhmati,

    Shanzai,

    Amen,

    Sadhu-Sadhu-Sadhu,

    Omitofo,

    Rahayu-Rahayu-Rahayu,

    Amiin, Amiin, ya Rabbal 'Aalamiin.

    ====

    Jakarta, 04 Agustus 2011.

    Karya WS. Budi S.T.