Foto

Bersama YB. Mangunwijaya

Sabtu 22 Januari 1994, Gus Dur menjadi panelis diskusi bersama Romo YB. Mangunwijaya (berkemeja putih) di Bentara Budaya Yogyakarta. Gus Dur menyebut Romo Mangun sebagai “sahabat satu iman, tapi berbeda agama”. Selain vokal dalam pembelaan terhadap kaum yang dilemahkan, kedua sahabat tersebut juga aktif melakukan pendampingan dan advokasi di lapangan.

Bersama Nurcholish Madjid

Peluncuran buku biografi Gus Dur karya Greg Barton di Jakarta pada 3 Juli 2003. Gus Dur duduk di samping Nurcholish Madjid (Cak Nur), seorang pemikir Islam dan cendekiawan terkemuka di Indonesia. Keduanya menjadi pembicara di acara peluncuran buku tersebut.

Bersama Greg Barton

Peluncuran buku biografi Gus Dur karya Greg Barton di Jakarta pada 3 Juli 2003. Gus Dur menerima buku biografi tentangnya dari Greg Barton. Greg adalah Profesor Politik Global Islam di Alfred Deakin Institute for Citizenship and Globalization Deakin University, Melbourne, Australia.

Lelaki di antara para perempuan

Gus Dur berfoto bersama istrinya Sinta Nuriyah Wahid, ibunya Nyai Siti Sholehah, dan keempat anaknya: Alissa Qotrunnada Wahid (belakang kiri), Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid (belakang tengah), Anita Hayatunnufus Wahid (belakang kanan), dan Inayah Wulandari Wahid (depan).

Putra-putri Kiai Wahid

Gus Dur kecil berdiri di belakang, diapit ayahnya KH. Wahid Hasyim dan ibunya Nyai Siti Sholehah. Gus Dur adalah anak sulung. Ia mempunyai lima adik: Aisyah Hamid Baidlowi, Salahuddin Wahid, Umar Wahid, Lily Chodijah Wahid, dan Hasyim Wahid. Foto ini diambil sekitar tahun 1952.

Bersama Munir Said Thalib

Gus Dur berada dalam satu forum bersama Munir Said Thalib dalam sebuah kesempatan pada 27 April 2004. Munir adalah aktivis HAM dan anggota dewan KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) yang teguh membela para aktivis korban penculikan Tim Mawar dan Koppasus. Pada 7 September 2004 Munir meninggal dunia karena diracun, tepat di …

Bersama Munir Said Thalib Read More »

Berkunjung ke Vatikan

Sabtu 5April 2000, Gus Dur bersama Ibu Negara Sinta Nuriyah dan rombongan dari Indonesia mengunjungi Paus Yohannes Paulus II di Vatikan. Di ruang kerjanya, Paus Yohanes Paulus II menyambut Gus Dur dengan hangat. “Selamat datang, selamat datang”, kata Paus dalam bahasa Indonesia. Kunjungan ini sangat istimewa karena Gus Dur mengakhiri “kebekuan” tradisi kunjungan Presiden Indonesia …

Berkunjung ke Vatikan Read More »

Bersama Hugo Chávez

Gus Dur didampingi Menteri Luar Negeri Kabinet Bersatu, Alwi Shihab bertemu dengan Presiden Venezuela, Hugo Chávez dalam sebuah acara. Chávez merupakan salah satu pemimpin negara yang sangat dekat dengan Gus Dur secara personal. Dalam banyak momen keduanya seringkali ditemui bercanda bersama di tengah-tengah acara penting.

Bersama George Soros

Pertemuan Gus Dur dengan George Soros, tokoh bisnis dan pimpinan lembaga nirlaba Open Society Institute pada 1 Juni 2006. Pertemuan keduanya di kantor The Wahid Institute tersebut membahas beberapa hal, di antaranya pemberantasan terorisme dan penyelesaian konflik damai di Irak. Terkait konflik Irak, Gus Dur pernah diminta oleh Menteri Pertahanan Amerika kala itu, Paul Wolfowitz …

Bersama George Soros Read More »

Pembaca buku

Potret Gus Dur saat beraktivitas di kantornya di PBNU. Tampak banyak koleksi buku-buku yang terpajang pada rak di belakangnya. Gus Dur memang terkenal sebagai seorang pembaca yang rakus. Sejak kecil, ia tak bisa dilepaskan dari buku di tangannya. Bacaannya luas, tak sekedar kajian keagamaan. Ia juga membaca semua karya William Faulkner, novel-novel Ernest Hemingway, puisi …

Pembaca buku Read More »