Kembali ke Judul Buku

Dari NU untuk Kebangkitan Bangsa

Judul
Dari NU untuk Kebangkitan Bangsa
Penerbit
Grasindo, Jakarta 1999
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Sinopsis

Selama Orde Baru berkuasa, hak untuk berkumpul, berserikat, dan mendirikan partai politik sangat dibatasi. Maka begitu katup reformasi terbuka, euforia politik tak dapat dibendung. Muncul partai baru, banyak diantaranya secara tegas memaklumkan diri sebagai partai berasaskan agama. Dikhawatirkan, partai-agama terjerumus ke paham sektarian, eksklusif, sehingga potensial memicu disintegrasi bangsa.

Nahdlatul Ulama (NU) telah lama menyadari bahaya dan ancaman itu. Karena itu, dalam Munas Alim Ulama tahun 1983 — kemudian diperkuat oleh Muktamar NU ke-29 tahun 1984 NU memutuskan mengambil prinsip-prinsip kebangsaan, dan bukan Islam, sebagai asas- nya. Dengan kata lain, NU berasaskan Pancasila, sekaligus menggunakan Islam dengan paham Ahlussunah wal Jama’ah. Dengan inilah NU, dan kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), berhasil memecahkan persoalan falsafati dan mendasar: hubungan antara agama dan negara.

Sebagai pemimpin sebuah partai besar, banyak tantangan meng- hadang langkah H. Matori Abdul Djalil mewujudkan cita-cita NU dan PKB. Berhasilkah ia menakhodai partai berlambang nusantara dalam globe yang dikitari sembilan bintang ini mencapai tujuan politiknya? Adakah misi khusus dari ketua PBNU, K.H. Abdurrahman Wahid, yang diemban Matori?