Kembali ke Judul Buku

Indonesia Memasuki Millenium III

Kumpulan Tulisan Bersama
Indonesia Memasuki Millenium III
Judul
Indonesia Memasuki Millenium III
Editor (Penyunting)
Ismed Hasan Putro
Penerbit
Pusat studi Indonesia, Surabaya 1998
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Sinopsis

Perbedaan antar generasi dan perbedaan iklim pembentukan watak [sic.] menantang kita semua untuk bertetap hati mempertebal rasa kebangsaan yang terbuka dan sehat. Pada satu sisi kebangsaan memadukan paham globalisme dengan penegasan lokalisme yang ada di setiap pelosok propinsi dan kabupaten. Pada sisi lain, kebangsaan menuntun orang di pedalaman untuk memahami bahwa ia adalah bahagian dari kesejagatan yang melanda seluruh umat manusia, la meluaskan cakrawalanya tentang dunia luar dan karena itu ia lebih menghargai “acuan kebudayaan” yang berpangkal pada kebangsaan. Bagaimanapun juga, kebangsaan memungkinkan ia memanfaatkan sebuah kerangka acuan sebagai jembatan guna memahami hal-hal yang jauh lebih luas.

 

Buku ini diawali dengan gambaran singkat mengenai perjalanan hidup Edi Sudradjat. Dalam deskripsi ini, pembaca tidak akan menemui banyak informasi mengenai catatan pribadi yang terpisah dari gejolak pemikirannya. Hal ini bukan karena Edi Sudradjat tidak mau membuka diri, melainkan karena sebagian besar hidupnya ditempuh dalam dinas ketentaraan. Untuk itu, segala hal yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya pun, seperti keluarga dan tetangga, selalu terkait dengan kedinasan. Maka bab I ini hanya akan memberikan informasi tambahan tentang cara memahami pikiran-pikiran Edi Sudradjat yang tertuang pada bab-bab berikutnya.

 

Memasuki bab II, pembaca akan diberi informasi tentang pemikiran-pemikiran Edi Sudradjat mengenai beberapa masalah. Di antaranya adalah demokrasi, pemerintahan, hak asasi manusia (HAM), globalisasi dan lain sebagainya. Informasi ini penting karena di sekitar masalah-masalah tersebut Edi Sudradjat mencurahkan hampir sebagian besar karirnya. Memasuki bab III, perbincangan dalam buku ini lebih difokuskan pada masalah kebangsaan dalam kaitannya dengan persoalan-persoalan yang sedang dan akan dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Pada bab ini, Edi Sudradjat melontarkan pemikirannya dalam sebuah makalah yang kemudian ditanggapi oleh para tokoh dari latar belakang yang berbeda-beda. Di antara mereka adalah profesor, aktivis LSM, menteri, tokoh agama dan figur-figur lainnya. Bab ini ditutup dengan jawaban Edi Sudradjat terhadap tanggapan yang dikemukakan secara terbuka oleh para tokoh tersebut.

 

Bab IV dari buku ini berisi rekaman wawancara dengan beberapa tokoh lain yang berisi refleksi mengenai perdebatan tersebut. Diharapkan bab ini akan lebih memberikan warna dan informasi tambahan mengenai persoalan-persoalan di sekitar paham kebangsaan yang sedang menjadi perhatian semua pihak. Editor yakin bahwa dengan cara membuka perdebatan, masyarakat akan lebih banyak mendapat informasi sekaligus peluang untuk menseleksinya. Dengan demikian, masih terbuka kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk urun rembug memperbincangkan tema-tema yang terkandung dalam buku ini. Meskipun bukan dalam bentuk buku, mereka dapat menyalurkan pandangan serta opininya melalui media yang terjangkau oleh masing-masing individu.