Kembali ke Keluarga

Hadratussyaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari

Hadratussyaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari

Biografi & Sejarah Singkat

Nama: Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

Tempat Tanggal Lahir: Tambakrejo Jombang, 14 Februari 1871

Anak ke: 3 dari 11 bersaudara

Nama Orangtua: Kiai Asy’ari dan Nyai Halimah.

Wafat: 25 Juli 1947 di Jombang

Istri

  1. Nyai Nafisah
    putri dari Kyai Yakub, pengasuh PP Siwalan Panji Sidoarjo
    menikah: 1892 M
    wafat: di Mekkah setelah melahirkan
    anak: 1 orang (Abdullah, wafat di Mekkah pada usia 40 hari)
  2. Nyai Khadijah
    putri dari Kyai Romli, Desa Karangkates Kediri
    menikah: 1899 M
    wafat: 1901 M
    tanpa keturunan
  3. Nyai Nafiqoh
    putri dari Kyai Ilyas, pengasuh PP Sewulan Madiun
    menikah:
    wafat: 1920 M
    anak: 10 orang
    1.  Hanah
    2.  Khoiriyah
    3.  Aisyah
    4.  Azzah
    5.  Abdul Wahid
    6.  Abdul Hakim / Abdul Kholiq / Abdul Hafidz
    7.  Abdul Karim
    8.  Ubaidillah
    9.  Mashruroh
    10. Muhammad Yusuf
  4. Nyai Masruroh
    putri dari Kyai Hasan Muchyi, pengasuh PP Salafiyah Kapurejo Pagu Kediri
    menikah:
    wafat: 1979 M
    putra: 4 orang
    1. Abdul Qodir
    2. Fatimah
    3. Chotijah
    4. Muhammad Ya’kub

 

Daftar Karya

  • Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah: Fi Hadistil Mauta wa Asyrathissa’ah wa Bayani Mafhumissunnah wal Bid’ah (Paradigma Ahlussunah wal Jama’ah: Pembahasan tentang Orang-orang Mati, Tanda-tanda Zaman, Penjelasan Sunnah dan Bid’ah). Karya KH. Hasyim Asy’ari yang satu ini banyak membahas tentang bagaimana sebenarnya penegasan antara sunnah dan bid’ah. Secara tidak langsung, kitab tersebut banyak membahas persoalan-persoalan yang akanmuncul di kemudian hari, terutama saat ini.
  • Muqaddimah Al Qanun Al Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (Anggaran Dasar Organisasi Nahdlatul Ulama). Kitab ini berisikan pemikiran KH. Hasyim Asy’ari yang berkaitan dengan NU. Dalam kitab tersebut, KH. Hasyim Asy’ari mengutip beberapa ayat dan hadits yang menjadi landasannya dalam mendirikan NU.
  • Risalah fi Ta’kidul Akhdzi bi Mazhabil A’immatul Arba’ah (Risalah untuk memperkuat pegangan atas madzhab empat). Dalam kitab ini, KH. Hasyim Asy’ari tidak sekedar menjelaskan pemikiran empat imam madzhab (Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hanbal). Namun, beliau juga memaparkan alasan-alasan kenapa pemikiran di antara keempat imam itu patut kita jadikan rujukan.
  • Arba’ina Haditsan Tata’allaqu bi Mabadi’ Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Sebagaimana judulnya, kitab ini berisi empat puluh hadits pilihan yang sangat tepat dijadikan pedoman oleh warga NU. Hadits yang dipilih oleh KH. Hasyim Asy’ari terutama berkaitan dengan hadits-hadits yang mejelaskan pentingnya memegang prinsip dalam kehidupan yang penuh dengan rintangan dan hambatan ini.
  • Adabul ‘alim wal Muta’alim fi ma Yahtaju Ilaihil Muta’allim fi Maqamati Ta’limihi (Etika Pengajar dan Pelajar dalam Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pelajar Selama Belajar). Pada dasarnya, kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Adab al-Mu’allim karya Syekh Muhamad bin Sahnun, Ta’limul Muta’allim fi Thariqah at-Ta’allum karya Syekh Burhanuddin az-Zarnuji, dan Tadzkiratus Syaml wal Mutakalli fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim karya Syekh Ibnu Jama’ah. Meskipun merupakan bentuk ringkasan dari kitab-kitab tersebut, tetapi dalam kitab tersebut kita dapat mengetahui betapa besar perhatian KH. Hasyim Asy’ari terhadap dunia pendidikan.

 

Sumber Rujukan

  1. Muhammad Hasyim Asy’ari. Wikipedia.
  2. 5 Foto Langka Sosok Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Nu Online.
  3. https://portalmajalengka.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-835022603/5-istri-kh-hasyim-asyari-merupakan-putri-orang-terpandang-ini-silsilah-keturunannya?page=all
  4. https://www.tebuireng.co/anak-nyai-nafiqah-hasyim-hebat-ini-rahasianya/
  5. https://www.ngopibareng.id/read/madrasah-al-shaulatiyah-tempat-nyantri-kiai-hasyim-ary-di-makkah-1978858
  6. https://www.katalogika.com/image/detail/2939/muktamar-nu-tahun-1939