Kembali ke Judul Buku

Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian

Judul
Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian
Penulis
K.H. Abdurrahman Wahid dan Daisaku Ikeda, Alih Bahasa: Ayumi Shinoki dan Urara Umazawa, Penyunting: The WAHID Institute dan Soka Gakkai Indonesia
Penerbit
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010 (cetakan ke-1)
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Sinopsis

Buku ini memuat dialog Gus Dur dan Daisaku Ikeda yang diadakan dalam berbagai sesi yang telah ditata dengan rapi dan diklasifikasikan dalam bab-bab penting yang menarik untuk dibaca. Kedua tokoh menyuarakan ajaran-ajaran luhur tentang perdamaian, toleransi, dan hak asasi manusia. Masalah yang saat ini semakin penting kita perjuangkan. Kebudayaan adalah jalan utama menuju peradaban. Peradaban membuat manusia mencintai kehidupan dan menjaga perdamaian. Jalan politik dan ekonomi sudah terlalu pengap dan memberatkan. Hal itu terungkap dalam buku “Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian” terbitan Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Soka Gakkai Indonesia dan The Wahid Institute.

 

Buku ini terdiri dari delapan bab: Perdamaian Merupakan Misi Agama, Persahabatan sebagai Jembatan Dunia, Perjuangan dan Pencarian di Masa Remaja, Tantangan Menuju Abad Hak Azasi manusia, Persahabatan Antarbudaya sebagai Sumber Kreativitas, Belajar Toleransi dari Sejarah Islam dan Buddha, Pendidikan Pilar Emas Masa Depan, dan Membuka Zaman Baru. Diberi kata sambutan empat tokoh: Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan Mohammad Nuh, Gumilar Rusliwa Somantri, dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj.

 

“Buku ini akan menginspirasi siapa saja yang membacanya. Dalam suasana kehidupan bermasyarakat yang plural dan berbhinneka tunggal ika, rasanya kehadiran buku ini akan menambah khasanah untuk bisa dijadikan rujukan penting, sehingga dapat memperkecil adanya gesekan-gesekan di masyarakat, yang belakangan disinyalir makin meningkat frekuensinya.”

–Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional

 

“Buku ini memuat dialog Gus Dur dan Daisaku Ikeda yang diadakan dalam beberapa sesi yang telah ditata dengan rapi dan diklasifikasikan dalam bab-bab penting yang menarik untuk dibaca. Kedua tokoh menyuarakan ajaran-ajaran luhur tentang perdamaian, toleransi, dan hak asasi manusia… masalah yang saat ini semakin penting kita perjuangkan.”

–Dr. KH Said Aqil Siradj, MA., Ketua Umum PBNU

 

“Dialog antara kedua tokoh ini memberikan banyak perspektif baru tentang aspek-aspek commonality di antara kedua agama yang sangat penting untuk membangun perdamaian global. Karena itu, dialog di antara kedua tokoh ini selain sangat bermanfaat bagi para penganut kedua agama, juga bagi masyarakat dunia secara keseluruhan yang terus merindukan perdamaian di muka bumi ini.”

–Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI

 

“Berbagai dialog antara Ikeda dan Kyai Wahid menunjukkan betapa melalui perjumpaan konkret dua penganut agama berbeda dapat menemukan persamaan untuk melangkah menuju perdamaian abadi. Perdamaian bukan kondisi faktual yang kita terima begitu saja. Perdamaian adalah harapan yang harus diperjuangkan semua pihak.”

–Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor Universitas Indonesia”

 

Dialog yang ada di buku ini sendiri sebetulnya merupakan seri dialog yang diterbitkan sejak 2009 secara berseri di majalah Ushio, majalah bulanan Jepang bertiras 400 ribu eksemplar. Sejak September 2010 dialog itu lalu diterbitkan dalam buku  berbahasa Jepang dan kini orang Indonesia bisa menikmati dialog tersebut.

 

Buku terbitan Gramedia ini sangat menginspirasi semua orang yang membaca, dialog antar 2 tokoh besar menemukan kesamaan untuk menuju perdamaian abadi, dimana di dalamnya memuat pengajaran besar tentang toleransi dalam bermasyarakat, dan juga sudah di klasifikasi bab-bab penting yang menarik untuk dibaca, buku ini dapat dijadikan rujukan yang baik agar tidak terjadinya kekacauan di negeri  ini.