Kembali ke Judul Buku

Gus Dur Bijak dan Jujur – Kumpulan 150 Kata Mutiara K.H. Abdurrahman Wahid (Kumpulan Kutipan Gus Dur)

Judul
Gus Dur Bijak dan Jujur – Kumpulan 150 Kata Mutiara K.H. Abdurrahman Wahid (Kumpulan Kutipan Gus Dur)
Penulis
Penyusun: Fatman Kawi dan Anif Sutadifa, Editor: A. Mubarok Yasin
Penerbit
Pustaka Tebuireng, Unit Penerbitan Pesantren Tebuireng, Jombang, 25 Januari 2010 (cetakan ke-2)
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Sinopsis

Setiap orang pasti memiliki kelebihan satu sama lain. Tidak akan pernah sama, disamping juga pasti memiliki kekurangan. Sangatlah tabu membicarakan kekurangan orang-orang yang telah mendahului kita. Tetapi kali ini, orang yang kita bicarakan sangat minim kekurangannya. Untuk itu, kita bicarakan yang baik saja dari seseorang yang bernama Abdurrahman “Al-Dakhil” Wahid (Gus Dur).

 

Buku ini adalah kumpulan kutipan-kutipan dari apa yang beliau ucapkan. Yakni sebuah pemikiran-pemikiran beliau yang baik, berbentuk kata mutiara dan bijak. Semoga prinsip-prinsip beliau yang tertuang dalam buku ini menjadi pemicu semangat kita untuk berjuang dengan ikhlas membantu sesama tanpa pamrih apapun, seperti keteladanan yang telah beliau contohkan kepada kita. Salah satu contoh kata-kata Gus Dur “Gitu aja kok repot”.

 

Selain Aforisma yang berbunyi “Gitu aja kok repot“, sebenarnya almarhum KH Abdurrahman Wahid memiliki banyak slogan unik. Sayangnya, ungkapan dan kata mutiara beliau tidak terdokumentasikan dengan baik. Selama ini kita hanya mendengar dari mulut ke mulut atau rekaman video yang harus diputar di layar kaca.

 

Nah, buku mungil berjudul Gus Dur, Bijak dan Jujur ini mencoba memprasastikan nasehat dan kata-kata bijak yang pernah dilontarkan Gus Dur semasa hidupnya. Baik berkaitan dengan agama, negara, budaya, politik, atau sekedar perbincangan ringan. Sebenarnya jika dikaji lebih dalam, kata mutiara yang bermuara dari lisan almarhum sangat indah dan bertumpu pada dalil yang kuat.

 

Gitu aja kok repot” misalnya, ternyata sepenggal ucapan almarhum ini lahir dari ayat al-Quran. Di antaranya bertumpu pada sebuah Ayat (Qs. 2;185) يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر Artinya, Allah mencintai kemudahan dan tidak mencintai kesulitan dari kalian (lihat juga QS. 4:28, 5:6, 17:84, 22:78, 94:5-6). Hal ini sejalan dengan kaidah fiqhiyyah yang berbunyi al-Masyaqqat Tajlib al-Taysir, kesulitan membawa pada kemudahan. Dari aforisma di atas, sebenarnya Gus Dur ingin menyampaikan kepada kita bahwa semua perkara di dunia ini adalah mudah, tidak sulit. Yang membuat sulit (repot) tak lain hanyalah kita sendiri, bukanlah orang lain atau bahkan Tuhan semesta alam.

 

Rujukan dari buku ini adalah dari tulisan-tulisan Gus Dur yang pernah dimuat di berbagai media masa, disamping juga menulis ulang kalimat-kalimat beliau saat berpidato atau perbincangan saat wawancara dan Koleksi-koleksi beliau di berbagai perpustakaan.