Kembali ke Judul Buku

Islam Sufistik – “Islam Pertama” dan Pengaruhnya hingga Kini di Indonesia

Judul
Islam Sufistik – “Islam Pertama” dan Pengaruhnya hingga Kini di Indonesia
Penulis
Dr. Alwi Shihab
Penerbit
Mizan, Bandung, April 2001
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Sinopsis

 

“… penulis buku ini mengemukakan adanya pergumulan antara tasawuf Sunni dan tasawuf falsafi dalam bentuknya yang paling vulgar. Yang dikemukakan itu merupakan pandangan-pandangan reinkarnasi, yang di Indonesia disebut wahdah al-wujüd-suatu pandangan yang mengikuti pandangan Ibn ‘Arabi. Ini tentu saja merupakan sebuah kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkarı secara ilmiah ….” -K.H. Abdurrahman Wahid

 

Penyebaran Islam di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari tasawuf. Bahkan “Islam pertama” yang dikenal di Nusantara ini sesungguhnya adalah Islam sufi. Dalam perkembangannya, tasawuf terbagi dalam dua golongan, yaitu tasawuf Sunni dan tasawuf falsafi. Masing-masing mempunyai tokoh yang menonjol, misalnya Syaikh Nûr Al-Din Al-Raniri, Syaikh Abd Al-Shamad Al-Palembânî, dan Syaikh Muhammad Hasyim Asy’ari mewakili kelompok tasawuf Sunni. Di antara tokoh yang menonjol dari kelompok tasawuf falsafi adalah Hamzah Fansuri.

 

Islam Sufistik mengungkapkan beberapa teori tentang para pelopor dakwah Islam pertama di Indonesia (India, Persia, dan Arab) dan pengaruhnya terhadap dunia tasawuf di Tanah Air, Berdasarkan fakta sejarah yang akurat, penulis buku ini memaparkan bahwa para pelopor dakwah Islam pertama di Indonesia adalah dari Arab, dari keturunan Imam Ahmad ibn ‘Îså Al-Muhajir Al-‘Alawi (cucu Imam Ja’far Al-Shadiq).

 

Di samping memaparkan secara kritis cikal bakal dan sepak terjang aliran kepercayaan Kebatinan Jawa (kejawen) dengan tokoh utamanya, Ronggowarsito -yang dikenal sebagai “Bapak Kebatinan” -buku yang diangkat dari disertasi penulisnya di Universitas ‘Ain Syams, Kairo, ini juga mengungkapkan ketegangan-ketegangan antara budaya lokal dan budaya yang dibawa saat proses Islamisasi pertama di beberapa wilayah di Nusantara.