Kembali ke Judul Buku

Gus Dur Bertutur

Kumpulan Tulisan GD
Gus Dur Bertutur
Judul
Gus Dur Bertutur
Editor (Penyunting)
Alvian Muhammad, Helmi Jacob
Penerbit
Harian Proaksi dan Gus Dur Foundation, Jakarta, Maret 2005 (cetakan ke-1)
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Judul Tulisan

Prolog

 

Bagian (1) Agama, Peradaban, dan Perubahan Sosial

  • Mengerti Berbeda dari Mengetahui
  • Tradisionalisme yang Diinginkan
  • Batas Perubahan, Garis Tradisionalisme
  • Berbeda Cara, Berlainan Biaya
  • Komunisme, Agama, Modernisasi
  • Lain Dahulu Lain Sekarang
  • Lain Sejarah Lain Sekarang
  • Memahami Pengertian Orang Lain
  • NU Dulu dan Kini
  • Peranan Para Pendahulu
  • Supaya Sekadar Tahu Saja

 

Bagian (2) Demokratisasi dan HAM

  • Pemeriksaan Tuntas atas Kasus Munir
  • Belajar dari Pengalaman Orang
  • Bepergian dengan Seorang
  • Demokrasi adalah Sebuah Pilihan
  • Kita dan Hak Konstitusional
  • Memahami Arti Sebuah Kongres
  • Perhelatan Akbar ataukah Perubahan Sosial
  • TugaS NU dan PKB dalam Politik Nasional

 

Bagian (3) Ekonomi dan Keadilan Sosial

 

Bagian (4) Ideologi dan Negara

 

Bagian (5) Tregedi Kemanusiaan

 

Epilog

  • Kisah Sebuah Impian

Sinopsis

“Wanita yang bernama Dr Saliha Scheinhardı Sapcioglu – yang banyak menulis untuk media Jerman secara luas – menyatakan tinggal di sebuah kota kecil bernama Sivas, Turki, sudah 11 tahun lamanya. la tidak berani kembali ke Jerman, tempat di mana ia dididik dan kemudian bekerja untuk belasan tahun lamanya. Mengapa? Karena ia takut untuk menjawab sebuah pertanyaan. Pertanyaan itu adalah: jika ia menyatakan bahwa Islam adalah agama toleran, ia akan ditanyai mengapa pada tahun 1993 silam ada tindakan yang sangat mengerikan terjadi di Sivas yang mengakibatkan kematian 30-an orang intelektual Turki?”

 

“Penulis belum pernah menghadapi pertanyaan seperti itu. Karena itu, penulis memberikan jawaban yang mungkin sesuai atau tidak dengan pertanyaan yang diajukan. Kalau jawaban penulis itu dianggap memadai, tentu karena kebetulan’ saja. Ternyata hal itulah yang terjadi. Kolomnis wanita Turki itu meninggalkan tempat duduknya untuk kemudian mendekati penulis yang duduk di kursi pembicara. Di tempat itu, ia melakukan sesuatu yang membuat penulis terpana diam di tempat. Para peserta lain dan moderator juga demikian. Apa yang dilakukannya? la mencium lutut…