Kembali ke Judul Buku

Tuhan Tidak Perlu Dibela

Judul
Tuhan Tidak Perlu Dibela
Penulis
Editor: Muh. Shaleh Isre, Pemeriksa Aksara: Fuad Mustafid
Penerbit
IRCiSoD, Yogyakarta, Januari 2020 (cetakan ke-2)
Kategori
, ,
Arsip Tahun

Judul Tulisan

A. Refleksi Kritis Pemikiran Islam

  1. Tiga Pendekar dari Chicago
  2. Lebaran Tanpa Takbiran
  3. Fatwa Natal: Ujung dan Pangkal
  4. Mereka Lalu Membuat Surau
  5. Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan?
  6. Kasus Terjemahan H.B. Jassin 
  7. Dakwah Harus Diteliti?
  8. Sekali Lagi Ahmad Wahib
  9. Qashidah
  10. Naipaul dan Islam yang Tidak Marah
  11. “Islam Kaset” Dengan Kebisingannya
  12. Perihal Gerakan Sempalan Islam
  13. Cak Nur: Tetap, Tetapi Berubah
  14. Dari Masa Lalu ke Masa Depan
  15. Istilah Sama Arti Berbeda
  16. Tuhan Tidak Perlu Dibela
  17. Agama dan Kebangsaan
  18. Si Pembelot dan Kebingungan Ilahi-nya
  19. Ramai-Ramai Menolak Adopsi
  20. Yang Sama dan Yang Benar
  21. Moralita: Keutuhan & Keterlibatan
  22. Islam Setuju Kemiskinan?
  23. Kerudung dan Kesadaran Beragama
  24. Tuhan Akrab dengan Mereka
  25. Salahkah Jika dipribumikan?
  26. Sekuler Tidak Sekuler
  27. Mengapa Mereka Marah?

 

B. Intensitas Kebangsaan dan Kebudayaan

  1. Sama-sama Bermimpi Besar
  2. Mikrokosmos Seorang Masjumi
  3. Sumbangan untuk Kontestan Keempat?
  4. Ornop: Benarkah Untul-Untul?
  5. Serba Tunggal
  6. Golongan Fungsional dan Perlunya Dialog
  7. Damai dalam Pertentangan
  8. Sederhana, Syahdu
  9. Saya Juga Keturunan Lembu Peteng
  10. Orang Karo dan Kebanggaannya
  11. Kwitang! Kwitang!
  12. Tebasan di Pinggiran Kota
  13. Sebuah Perspektif Nasi Tumpeng
  14. Koperasi: Sudah Beranjak dari Utopia?
  15. Agri-bisniss yang Bagaimana?
  16. Agamawan dan Pembangunan Desa
  17. Sang Romo, Rumah, dan Bambu
  18. Perubahan Struktur Tanpa Karl Marx
  19. Piala Dunia ’82 dan Landreform
  20. Piala Eropa: Adu Pola
  21. Akademi Betawi
  22. Lagu Jawa di Restauran Padang
  23. Melawan Melalui Lelucon
  24. Kaum Intelektual Berganti Kelamin
  25. Pada Usia Sepuluh Tahun

 

C. Demokrasi, Ideologi, dan Politik

  1. Demokrasi Haruslah Diperjuangkan
  2. Gatotkaca Anti-Israel
  3. Israel: Cukupkah Momentumnya?
  4. Palestina: Dari Tragedi ke Eksistensi
  5. Maka Dibagilah Fungsi Tandingan
  6. Menilai Kepemimpinan
  7. “Peacock” dan KB Non-Blok
  8. Muncul Nasionalisme Arab Ketiga
  9. Yang Membuat dan Yang Dicatat
  10. Sadat Sebagai Politikus
  11. Sadat dan Islam
  12. Mesir: Birokrasi Itu Jadi Gurita
  13. Mesir dan Kita: Persamaan dan Perbedaan 
  14. Ghotbzadeh: Kemalangan Iran
  15. Haruskah Bani Sadr Dicemooh?
  16. Khomeini dan Beberapa Pertanyaan
  17. Iran Yang Tidak Saya Lihat
  18. Imamah: Kemelut Kepemimpinan Umat
  19. Irak: Patahnya Beberapa Mitos
  20. Iran dan Model Pembangunan
  21. Eksperimen dengan Sebuah Revolusi

Sinopsis

Buku ini merupakan kumpulan kolom-kolom Gus Dur yang dimuat Majalah Tempo lama, pada kurun waktu 1970-an dan 1980-an. Kolom-kolom tersebut mewakili suatu fase dari kehidupan Gus Dur, yakni fase murni intelektual. Dari sini, dapat pula dilihat betapa luas spektrum yang menjadi concern Gus Dur. Tapi, yang paling kental dari semua itu adalah inklusivitas keislaman Gus Dur dan kepeduliannya terhadap pengembangan demokrasi di Indonesia.