NU

Persaingan di Bawah Justru Lebih Hebat

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Persaingan antar elite di dalam tubuh pemerintah negara mana pun di dunia akan selalu terjadi. Faktor-faktor penyebabnya bukanlah karena persoalan keterbatasan dana anggaran. Tapi inti masalahnya sangatlah kompleks. Elite sendiri mempunyai watak bersaing antar sesamanya untuk menguasai sumber-sumber dana dan pengendalian kekuasaan. Di negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet …

Persaingan di Bawah Justru Lebih Hebat Read More »

Sapa Suru Datang Jakarta

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Judul di atas diambil dari sebuah judul nyanyian yang sangat terkenal, menceritakan seorang perantau daerah yang mengalami nasib sial, dan hidup tidak beruntung di ibu kota negeri ini. Seolah-olah orang itu, “cari penyakit” dengan merantau ke ibu kota, dengan meninggalkan daerah kelahiran. Artinya, tinggal di ibu kota tidak lebih baik daripada …

Sapa Suru Datang Jakarta Read More »

Gila NU, NU Gila

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada suatu malam, setelah jam 01.00 WIB, dokter Fahmi Dja’far Saifuddin menjemput penulis di rumah Jl. Kutilang, Cilandak. Maksudnya, adalah mengajak penulis ke Tanjung Priok, karena ada telepon agar kami berdua saat itu juga pergi ke sana. Penulis nyatakan pada dokter itu, bahwa kalau kita datang sebelum jam 24.00 WIB maka …

Gila NU, NU Gila Read More »

Intelektual di Tengah Eksklusivisme

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Gerakan intelektual Islam dan kontribusinya dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia dewasa ini harus ditempatkan pada pengertian strategis. Mereka yang menyusun bahan-bahan GBHN dan dokumen resmi kenegaraan di pemerintahan kedudukannya memang strategis. Namun dilihat lebih jauh mendorong masuknya orang Islam dalam posisi strategis kenegaraan sebenarnya tidaklah strategis. Ini dapat disamakan dengan …

Intelektual di Tengah Eksklusivisme Read More »

NU dan Terorisme Berkedok Islam

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam sebuah konferensi internasional, penulis diminta memaparkan pandangannya mengenai terorisme yang tengah terjadi, seperti peledakan bom di Bali dan perbuatan-perbuatan lain yang serupa. Penulis jadi teringat pada penggunaan nama Islam dalam kerusuhan-kerusuhan di Ambon dan Poso, serta peristiwa terbunuhnya para ulama dalam jumlah besar dalam kasus “santet di Banyuwangi”. Tentu saja …

NU dan Terorisme Berkedok Islam Read More »

Ulil dengan Liberalismenya

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Ulil Abshar Abdalla adalah seorang muda Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari lingkungan “orang santri”. Istrinya pun dari kalangan santri, yaitu putri budayawan Muslim Mustofa Bisri, sehingga kredibilitasnya sebagai seorang santri tidak pernah dipertanyakan orang. Mungkin juga cara hidupnya masih bersifat santri. Tetapi ada hal yang membedakan Ulil dari orang-­orang pesantren …

Ulil dengan Liberalismenya Read More »

NU dan Negara Islam (2)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Ketika berada di Makassar pada minggu ketiga bulan Februari 2003, penulis diwawancarai oleh TVRI di studio televisi kawasan tersebut, yang di-relay oleh studio-­studio TVRI seluruh Indonesia Timur. Penulis memulai wawancara itu dengan menyatakan, menyadari sepenuhnya bahwa masih cukup kuat sekelompok orang yang menginginkan negara Islam (NI). Pengaruh almarhum Kahar Mudzakar [1] yang …

NU dan Negara Islam (2) Read More »

NU dan Negara Islam (1)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Sebuah pertanyaan diajukan kepada penulis: apakah reaksi NU (Nahdlatul Ulama) terhadap gagasan Negara Islam (NI), yang dikembangkan oleh beberapa partai politik yang menggunakan nama tersebut? [1] Pertanyaan ini sangat menarik untuk dikaji terlebih dahulu dan dicarikan jawaban yang tepat atasnya. Ini berarti, keingintahuan akan hubungan NU dan keadaan bernegara yang kita …

NU dan Negara Islam (1) Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam acara NU (Nahdlatul Ulama)/PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan beberapa pesantren di Kalimantan Se­latan, serta orasi budaya dalam Konferensi Besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Samarinda, Penulis melihat sebuah fenomena yang sangat menarik. Di tiap tempat, penulis selalu disuguhi pagelaran qasidah shalawat badar, bahkan di acara lainnya justru orang-­orang non­muslim …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1) Read More »