negara

Menyelesaikan Krisis Mengubah Keadaan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada pertengahan Desember tahun 2002 ini, penulis bertemu sutradara Garin Nugroho di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Sambil menunggu pesawat terbang yang akan membawa kami ke Jakarta, Garin Nugroho dan penulis terlibat dalam pembicaraan mengenai cara mengatasi krisis multidimensi yang kita hadapi saat ini. Sebagai seorang yang melakukan referensi terus menerus atas kitab …

Menyelesaikan Krisis Mengubah Keadaan Read More »

Islam dan Globalisasi Ekonomi

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Globalisasi ekonomi dunia, saat ini sering diartikan sebagai persaingan terbuka, ketundukan mutlak pada kompetisi dan penerimaan total atas “kebenaran” tata niaga internasional yang diwakili oleh World Trade Organisation (WTO). Benarkah dan cukupkah hal ini, menjadi perhatian kita melalui tulisan ini. Dalam uraian ini, akan tampak bagaimana pandangan tentang hal-hal tersebut, dan dimaksudkan akan …

Islam dan Globalisasi Ekonomi Read More »

Negara dan Kepemimpinan dalam Islam

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Sebenarnya, terdapat hubungan sangat erat antara kepemimpinan dan konsep negara dalam pandangan Islam. Penulis pernah mengemukakan sebuah sumber tertulis (dalil naqli) dalam pandangan Islam. Adagium itu adalah “Tiada Islam tanpa kelompok, tiada kelompok tanpa kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan tanpa ketundukan” (La Islama Illa bi Jama’ah wala Jama’ata Illa bi Imarah wala …

Negara dan Kepemimpinan dalam Islam Read More »

Islam, Negara, dan Rasa Keadilan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam dua sumber tekstual kitab suci al-Qurân mengenai keadilan, tampak terlihat dengan jelas bagaimana keadilan dapat ditegakkan, baik dari masalah prinsip hingga prosedurnya. Dari sudut prinsip, kitab suci al-Qurân menyatakan; “Wahai orang-­orang yang beriman, tegakkan keadilan dan jadilah saksi-­saksi bagi Allah, walaupun mengenai diri kalian sendiri (yâ ayyuha alladzîna âmanû kûnû …

Islam, Negara, dan Rasa Keadilan Read More »

Negara Berideologi Satu, Bukan Dua

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Selama beberapa tahun terakhir ini, ada suara-­suara untuk menjadikan Islam sebagai ideologi negara, yaitu sebagai pengganti Pancasila. Menurut pandangan penulis, hal itu terjadi akibat terjadi penyempitan pandangan mengenai Pancasila itu sendiri, yaitu pengertian Pancasila hanya menurut mereka yang berkuasa. Ini berarti pemahaman Pancasila melalui satu jurusan belaka, yaitu jurusan melestarikan kekuasaan. …

Negara Berideologi Satu, Bukan Dua Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (3)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa partai politik masih mencantumkan Islam sebagai asas/dasar organisasinya, begitu juga beberapa perkumpulan lain yang non­politis. Ketika hal itu ditanyakan pada penulis, maka jawabannya adalah biar saja, karena itu adalah ke hendak mereka. Si penanya mengemukakan: aneh sekali, Anda dari dahulu selalu menentang negara Islam, mengapakah partai politik yang berasaskan Islam …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (3) Read More »

Massa Islam dalam Kehidupan Bernegara dan Berbangsa

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam tulisannya di Jurnal Indonesia (terbitan Cornell University) edisi Oktober 1984, Sidney Jones membuat sebuah pengamatan menarik. Dalam artikel itu ia menunjukkan perubahan-perubahan dalam pengertian yang dimiliki kata “umat Islam” dari waktu ke waktu, di kalangan Nahdlatul Ulama. Perubahan-perubahan arti itu berjalan mengikuti meluas atau menyempitnya wawasan perjuangan gerakan-gerakan Islam yang …

Massa Islam dalam Kehidupan Bernegara dan Berbangsa Read More »

Adakah Sistem Islami?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam kitab suci al-Qur’ân disebutkan: “masuklah kalian ke dalam Islam (kedamaian) secara penuh” (udkhulû fi al-silmi kâffah) (QS al-Baqarah (2): 128). Di sinilah terletak perbedaan pendapat sangat fundamental di antara kaum muslimin. Kalau kata “al-silmi” diterjemahkan menjadi kata Islam, dengan sendirinya harus ada sebuah entitas Islam formal, dengan keharusan menciptakan sistem …

Adakah Sistem Islami? Read More »

Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Salah satu yang menarik dari pengangkatan para menteri Kabinet Pembangunan IV adalah nama Munawir Djadzali untuk jabatan menteri agama. Karena ia menggabungkan dalam dirinya beberapa latar belakang: pendidikan agama semasa muda, perhatian ilmiah tentang Islam (melalui kajian di luar negeri) dan karir diplomatik. Seolah-olah, dengan itu terkumpul beberapa unsur yang akan …

Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan? Read More »