budaya

Mendesentralisasikan Kebudayaan Bangsa

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Kebudayaan sebuah bangsa pada hakekatnya adalah kenyataan yang majemuk atau pluralistik. Hanya sebuah masyarakat yang kecil dapat berkembang tanpa memiliki pluralitas budaya sama sekali, seperti pada masyarakat suku-suku terpencil yang tidak mampu mengembangkan pola hidup. Dari titik tolak yang sudah jelas bahwa pengembangan sebuah pola kehidupan yang diseragamkan atau dengan kata …

Mendesentralisasikan Kebudayaan Bangsa Read More »

Doktrin dan Tembang

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam budaya Jawa, dikenal tembang anak-anak “Lirilir”. Demikian terkenalnya tembang anak-anak itu, sehingga ia sering terdengar dibawakan bocah angon di atas punggung kerbau pada sebuah sawah yang sedang kering kerontang di musim kemarau. Apa yang istimewa dari tembang tersebut, hingga perlu diketengahkan melalui tulisan ini? Apakah penulis kehabisan bahan untuk dibahas, …

Doktrin dan Tembang Read More »

Sebuah Perspektif Nasi Tumpeng

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Seorang ibu dari Semarang punya kasus yang lucu. Setiap tahun ia mendapat undangan ke Istana Merdeka. Mungkin sebagai pahlawan (yang masih hidup) atau keluarganya, mungkin juga karena sebab lain. Nah, pada tahun 1981, ia membungkus nasi tumpeng buatan Istana, dan menyimpannya di rumah – hingga hari ini. Para tentangga tertawa melihat ia …

Sebuah Perspektif Nasi Tumpeng Read More »

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa tahun yang lampau, seorang ulama dari Pakistan datang pada penulis di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta. Pada saat itu, Benazir Buttho masih menjabat Perdana Menteri Pakistan. Permintaan orang alim itu adalah agar penulis memerintahkan semua warga NU untuk membacakan surah Al-Fatihah bagi keselamatan Bangsa Pakistan. Mengapa? Karena mereka …

Arabisasi, Samakah dengan Islamisasi? Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam acara NU (Nahdlatul Ulama)/PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan beberapa pesantren di Kalimantan Se­latan, serta orasi budaya dalam Konferensi Besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Samarinda, Penulis melihat sebuah fenomena yang sangat menarik. Di tiap tempat, penulis selalu disuguhi pagelaran qasidah shalawat badar, bahkan di acara lainnya justru orang-­orang non­muslim …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1) Read More »