demokrasi

Islam, Ideologi, dan Etos Kerja di Indonesia

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) tahun 1935 di Banjarmasin, forum menyampaikan permintaan fatwa, bagaimana status negara Hindia Belanda dilihat dari pandangan agama Islam, karena ia diperintah oleh pemerintah yang bukan Islam dan orang-orang yang tidak beragama Islam? Dari sudut pandang agama Islam, wajibkah ia dipertahankan bila ada serangan luar? Jawaban dari …

Islam, Ideologi, dan Etos Kerja di Indonesia Read More »

Dapatkah Keberagaman Dipertahankan?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Melihat kepada kenyataan, orang sangat khawatir akan terjadinya penyeragaman di mana-mana, paling tidak dalam hal selera. Berbagai macam waralaba makanan cepat saji (fast food) internasional yang banyak terdapat di negeri ini merupakan contoh paling gampang. Kalau fast food adalah lambang penyeragaman selera di bidang pangan, maka jeans merupakan penyeragaman selera di bidang pakaian. …

Dapatkah Keberagaman Dipertahankan? Read More »

Demokrasi Harus Diperjuangkan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Rusia adalah negeri yang terkenal dengan pembangkangnya kepada para penguasa zalim dan kejam. Masa pemerintahan para Tsar yang berlangsung berabad-abad selalu dipenuhi dengan pemberontakan bersenjata di kalangan rakyat miskin yang menjadi korban perampasan hak oleh kaum feodal. Cerita petani (muzhik) yang memberontak merupakan tema menetap dalam sastra Rusia, seperti dibuktikan antara …

Demokrasi Harus Diperjuangkan Read More »

Demokratisasi Hidup Bangsa

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Reformasi yang memakan korban jiwa para mahasiswa di Universitas Trisakti (Grogol, Jakarta), Universitas Atmajaya di Semanggi dan peristiwa Jembatan Semanggi (Jakarta), ternyata tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Mengapakah demikian karena reformasi itu ternyata telah “dicuri” orang. Bahkan sekarang muncul pengamatan, bahwa sebagian dari perjalanan hidup bangsa kita, mendambakan kembali pemerintahan Orde …

Demokratisasi Hidup Bangsa Read More »

Agama dan Demokrasi

Pada saat ini tampak hubungan erat antara agama dan proses demokratisasi. Di mana-mana gerakan agama secara aktif mendorong upaya penegakan demokrasi. Dom Helder Cemara [1], seorang uskup agung di Brasil, menggerakkan kekuatan rakyat untuk memperjuangkan demokrasi selama belasan tahun, dengan menghadapi tuduhan bahwa ia condong kepada komunisme. Ia bahkan dikenal dengan julukan “Uskup Merah” karena pemihakannya …

Agama dan Demokrasi Read More »

Ini Pemilu Siapa?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam menghadapi pemilu yang akan datang, penulis menghadapi tantangan intern maupun ekstern dalam berbagai bentuk. Tantangan ini juga dihadapi oleh parpol-parpol lain, tanpa kecuali. Tantangan terbesar, adalah kenyataan bahwa KPU memberlakukan aturan-aturannya sendiri, tanpa mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh parpol, sementara antara KPU di tingkat pusat dengan KPU di tingkat daerah …

Ini Pemilu Siapa? Read More »

Demokrasi dan Demokratisasi Indonesia

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Demokrasi adalah keadaan tertentu yang memiliki beberapa ciri, antara lain harus bertumpu pada kedaulatan hukum dan memberikan perlakuan yang sama pada semua warga negara di hadapan undang-undang. Ini harus ditunjang oleh kemerdekaan berbicara, kebebasan berpikir, dan sikap menghormati pluralitas pandangan. Lebih jauh lagi, ia berarti keharusan memelihara dan melindungi hak-hak pihak minoritas …

Demokrasi dan Demokratisasi Indonesia Read More »

Jilbab dan Demokrasi Prancis

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa waktu yang lalu, Parlemen Prancis mengesahkan sebuah undang-undang yang melarang pemakaian jilbab (hijab) di lembaga pendidikan dan lembaga milik pemerintah negara anggur itu. Dengan suara mendukung 494 melawan 36, parlemen menerima rancangan undang-undang tersebut, yang lebih dulu disetujui oleh pemerintahan Prancis. Karuan saja hal itu menimbulkan reaksi cukup hebat di …

Jilbab dan Demokrasi Prancis Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam acara NU (Nahdlatul Ulama)/PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan beberapa pesantren di Kalimantan Se­latan, serta orasi budaya dalam Konferensi Besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Samarinda, Penulis melihat sebuah fenomena yang sangat menarik. Di tiap tempat, penulis selalu disuguhi pagelaran qasidah shalawat badar, bahkan di acara lainnya justru orang-­orang non­muslim …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1) Read More »