pesantren

Intelektual di Tengah Eksklusivisme

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Gerakan intelektual Islam dan kontribusinya dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia dewasa ini harus ditempatkan pada pengertian strategis. Mereka yang menyusun bahan-bahan GBHN dan dokumen resmi kenegaraan di pemerintahan kedudukannya memang strategis. Namun dilihat lebih jauh mendorong masuknya orang Islam dalam posisi strategis kenegaraan sebenarnya tidaklah strategis. Ini dapat disamakan dengan …

Intelektual di Tengah Eksklusivisme Read More »

Penafsiran Kembali Ajaran Agama: Dua Kasus dari Jombang

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid [1] Judul tulisan ini semula ditetapkan: “Pengerasan Nilai-nilai Agama di Pedesaan Jawa Timur”. Judul tersebut sepintas lalu merupakan rumusan yang sangat menarik. Namun, mereka yang ingin menguraikannya secara ilmiah akan menemui kesulitan-kesulitan besar dalam menerapkan istilah maupun menyusun konsepsi teoritis tentang kata “nilai” dan “agama”. Kata “pergeseran” bukanlah istilah yang lazim …

Penafsiran Kembali Ajaran Agama: Dua Kasus dari Jombang Read More »

Pesantren sebagai Subkultur

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pengakuan bahwa pesantren adalah subkultur masih berupa usaha pengenalan identitas kultural yang dilakukan dari luar kalangan pesantren, bukannya oleh kalangan pesantren sendiri. Jika diingat pendekatan ilmiah yang terbaik untuk mengenal hakikat sebuah lembaga kemasyarakatan adalah pendekatan naratif (narrative), di mana kalangan lembaga itu sendiri yang melakukan identifikasi dalam bentuk monografi-monografi. Dengan …

Pesantren sebagai Subkultur Read More »

Pesantren dalam Kesusastraan Indonesia

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Sebagai objek sastra, pesantren boleh dikata belum memperoleh perhatian dari para sastrawan kita, padahal banyak di antara mereka yang telah mengenyam kehidupan pesantren. Hanya Djamil Suherman yang pernah melakukan penggarapan di bidang ini, dalam serangkaian cerita pendek di tahun-tahun lima puluhan dan enam puluhan. Juga Mohammad Radjab, sedikit banyak telah menggambarkan …

Pesantren dalam Kesusastraan Indonesia Read More »

Orang Besar

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Penulis berkenalan dengan Jenderal Benny Moerdani sejak tahun 1975, dalam suatu upacara. Waktu itu penulis mewakili KH. M. Bisri Sansuri, Ra’is ‘Am atau orang pertama di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Sehabis upacara, Pak Benny tidak segera meninggalkan tempat, melainkan melakukan ramah tamah dengan para hadirin. Di saat itulah penulis berkenalan dengan …

Orang Besar Read More »

Pemutihan Kitab Kuning

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Minggu lalu Rektor IAIN Jakarta, Prof Dr Harun Nasution, mengungkapkan sesuatu yang menarik untuk diperhatikan lebih jauh. Dalam wawancaranya menjelang Lustrum V perguruan tinggi yang dipimpinnya, Prof Harun Nasution menolak anggapan bahwa mahasiswa IAIN melakukan peran ‘melestarikan kitab kuning’ dalam kajian pengetahuan agama Islam yang mereka tempuh. Penolakan itu dirangkaikannya dengan …

Pemutihan Kitab Kuning Read More »

Kiai Pencari Mutiara

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Sebagaimana yang terjadi pada kiai pesantren, Kiai Sahal dari Kajen adalah perokok berat. Itu tidak hanya nampak pada rokok yang selalu dipegang dan dihisapnya, tapi juga pada keadaan fisiknya, kurus kering dan tenggorokannya sering terkena batuk. Kebiasaan merugikan ini mungkin datang dari “kebiasaan kiai” untuk sedikit tidur dan berlama-lama dalam keadaan …

Kiai Pencari Mutiara Read More »

Tuhan Tidak Perlu Dibela

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Sarjana X yang baru menamatkan studi di luar negeri pulang ke tanah air. Delapan tahun ia tinggal di negara yang tidak ada orang muslimnya sama sekali. Di sana juga tak satu pun media massa Islam mampu mencapainya. Jadi pantas sekali jika X terkejut ketika kembali ke tanah air. Di mana ia …

Tuhan Tidak Perlu Dibela Read More »

Tombo Ati Berbentuk Jazz?

Oleh : KH. Abdurrahman Wahid Sebagaimana diketahui “Tombo Ati” adalah nama sebuah sajak berbahasa Arab ciptaan Sayyidina Ali, yang oleh KH. Bisri Mustofa dari Rembang (ayah KH. A. Mustofa Bisri) diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dengan menggunakan judul tersebut. Dalam sajak itu, disebutkan 5 buah hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim yang ingin mendekatkan …

Tombo Ati Berbentuk Jazz? Read More »