kiai

Romo, Kiai, dan Serdadu

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Haji Johanes Cornelis Princen (HJC Princen) panggilan akrabnya sehari-hari Poncke, sudah lama menggunakan kursi roda dan mengurangi kegiatannya hingga titik minimal. Namun, kita terbiasa dengan kehadiran Poncke dalam kehidupan kita. Perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM) di negeri ini, terasa tidak lengkap tanpa kiprahnya. Bahwa bangsa kita tidak mampu memberikan penghargaan lebih dari …

Romo, Kiai, dan Serdadu Read More »

Penafsiran Kembali Ajaran Agama: Dua Kasus dari Jombang

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid [1] Judul tulisan ini semula ditetapkan: “Pengerasan Nilai-nilai Agama di Pedesaan Jawa Timur”. Judul tersebut sepintas lalu merupakan rumusan yang sangat menarik. Namun, mereka yang ingin menguraikannya secara ilmiah akan menemui kesulitan-kesulitan besar dalam menerapkan istilah maupun menyusun konsepsi teoritis tentang kata “nilai” dan “agama”. Kata “pergeseran” bukanlah istilah yang lazim …

Penafsiran Kembali Ajaran Agama: Dua Kasus dari Jombang Read More »

Pesantren sebagai Subkultur

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pengakuan bahwa pesantren adalah subkultur masih berupa usaha pengenalan identitas kultural yang dilakukan dari luar kalangan pesantren, bukannya oleh kalangan pesantren sendiri. Jika diingat pendekatan ilmiah yang terbaik untuk mengenal hakikat sebuah lembaga kemasyarakatan adalah pendekatan naratif (narrative), di mana kalangan lembaga itu sendiri yang melakukan identifikasi dalam bentuk monografi-monografi. Dengan …

Pesantren sebagai Subkultur Read More »

Mantra Pesantren dalam Krisis

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam perkembangan pesantren di negeri kita, terdapat banyak sekali legenda yang harus diteliti secara mendalam, termasuk dengan penelitian lapangan. Salah satu contoh yang dapat dikemukakan adalah legenda tentang Syeikh Ahmad Muttamakin dari Mejagung. Pertama mengenai lokasi kegiatan beliau. Ada sumber lisan yang menyatakan bahwa Mejagung terletak di Tuban, sekarang Jawa Timur; …

Mantra Pesantren dalam Krisis Read More »