uud 1945

Syari’atisasi dan Bank Syari’ah

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Judul di atas keluar dari pengamatan penulis yang melihat proses “penyantrian” kaum muslimin di seluruh dunia Islam saat ini. Tentu saja, pendapat ini berdasarkan pengamatan sebelumnya, bahwa ratusan juta muslimin dapat dianggap sebagai orang-orang “Islam statistik” belaka alias kaum muslimin yang tidak mau atau tidak dapat menjalankan ajaran-ajaran agama mereka. Orang-orang …

Syari’atisasi dan Bank Syari’ah Read More »

Kekurangan Informasi

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pertemuan itu diadakan di sebuah kuil/gereja milik sebuah agama baru di Jepang, pecahan dari agama Buddha. Dari pihak penulis, hadir Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen Rl) untuk daerah Kansai, Hupudio Supaidi. Dari pihak Jepang datang berpuluh-puluh agamawan dari berbagai agama, termasuk tokoh-tokoh Kristen Protestan-Katolik serta seorang peserta wanita dari Partai Komunis …

Kekurangan Informasi Read More »

Haruskah Inul Diberangus?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Semula penulis hanya tertawa saja mendengar nama Inul, wanita muda yang menjadi anggota Fatayat Nahdlatul Ulama di anak cabang (Ancab) Japanan, Pasuruan, memang terdengar lucu. Antara lain karena istilah yang digunakan orang atas dirinya “ngebor”. Karena itulah penulis pernah mengatakan di muka umum bahwa salah satu jalan beraspal di kota Pasuruan …

Haruskah Inul Diberangus? Read More »

Kepala Sama Berbulu Pendapat Lain-Lain

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pepatah di atas sudah sangat terkenal dalam bahasa kita, karena demikian banyak ia dilakukan dalam praktek kehidupan. Maksudnya adalah, kita sama-sama mempunyai rambut, tetapi pemikiran tetap berbeda. Jadi dalam ajaran Islam, satu ke lain orang pun terdapat pluralitas/kemajemukan pendapat, ini diterima sebagai prinsip pengaturan hidup bermasyarakat: “perbedaan para pemimpin adalah rahmat …

Kepala Sama Berbulu Pendapat Lain-Lain Read More »

Islam dan Formalisme Ajarannya

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam sejarah umat manusia, selalu terdapat kesenjangan antara teori dan praktik. Terkadang kesenjangan itu sangatlah besar, dan kadang kecil. Apa yang oleh paham komunisme dirumuskan dengan kata rakyat, dalam teori dimaksudkan untuk membela kepentingan orang kecil; tapi dalam praktik justru yang dibela terbanyak adalah kepentingan kaum aparatchik. Itu pun berlaku dalam …

Islam dan Formalisme Ajarannya Read More »

Islam dan Orientasi Bangsa

Yang paling banyak dilakukan orang adalah mengacaukan antara orientasi kehidupan dengan konsep sebuah bangsa. Makanya sering ada kerancuan dengan menganggap adanya sebuah konsep negara dalam Islam. Atas dasar ini, orang pandai –semacam Abul A’la Al-Maududi, menganggap ideologi sebagai sebuah kerangka-pandang Islam. Karena itulah, ia lalu menganggap tidak ada nasionalisme dalam Islam, karena Islam bersifat universal …

Islam dan Orientasi Bangsa Read More »

Sikap yang Benar dalam Kasus Bali

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada saat tulisan ini dibuat, terjadi perbedaan pendapat tajam mengenai kasus peledakan bom di Bali. Adakah itu ulah Abu Bakar Ba’asyir atau tidak. Yang terlibat perbedaan ini adalah para pejabat pemerintah melawan “orang luar” seperti Emha Ainun Nadjib dan Dr. Adnan Buyung Nasution, SH. Pemerintah beralasan penangkapan Abu Bakar Ba’asyir, adalah …

Sikap yang Benar dalam Kasus Bali Read More »

Islam dan Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Abdurrahman Wahid Dalam ushul fiqh (teori hukum Islam), dikemukakan keharusan seorang pemimpin agar mementingkan kesejahteraan rakyat yang dipimpin, sebagai tugas yang tidak dapat tidak harus dilaksanakan: “kebijaksanaan dan tindakan Imam (pemimpin) harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpin” (tasyarruf al-imam ‘ala al-ra’iyyah manuutun bi al-maslahah), menetapkan hal ini dengan sangat jelas. Tujuan berkuasa …

Islam dan Kesejahteraan Rakyat Read More »