politik

Teater dan Politik di Indonesia

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada waktu saya mendapat surat dari Teater Populer untuk ikut serta dalam seminar ini, sebenarnya saya sudah ragu-ragu, karena saya hampir tidak mengerti apa-apa tentang teater, apalagi teater di Indonesia. Untuk setiap kali menonton saja sudah tidak mungkin karena sibuk dengan teater kiai, bukan teater politik di desa-desa atau di daerah-daerah, …

Teater dan Politik di Indonesia Read More »

Tuntasnya Tugas: Usahakan Demokratisasi

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa waktu yang lalu KH. A. Mustofa Bisri (selanjutnya penulis singkat menjadi “Ambis”), mengirimkan surat terbuka yang dimuat oleh harian ini. Isinya adalah pernyataan, bahwa penulis telah berubah, tidak lagi seperti dahulu. Karena itu saudaraku Ambis merindukan “Mas Dur” yang dulu, yang sering datang ke rumahnya di Rembang dan menginap di sana. …

Tuntasnya Tugas: Usahakan Demokratisasi Read More »

DDI dan Penyimpangan Politik NU

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam perjalanan sejarahnya, Darul Dakwah wal-Irsyad (DDI) yang tersebar dalam ratusan madrasah di Sulawesi Selatan memiliki sejarah yang sangat menarik untuk diperhatikan. Salah seorang penggedenya, Abdul Muis Kabry, tadinya adalah anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Malang. Karena menjadi anggota salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), kemudian dia terlibat …

DDI dan Penyimpangan Politik NU Read More »

Reideologisasi dan Retradisionalisasi dalam Politik

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Tahun-tahun setelah Perang Dunia II mengumandangkan sebuah perkembangan baru dalam percaturan politik: deideologisasi dalam lingkup sangat luas. Ideologi-ideologi besar di dunia harus memberikan tempat kepada pemunculan kehidupan politik tanpa ideologi. Kalaupun ideologi masih dipertahankan, ia hanyalah sebagai semacam formalitas yang tidak meyakinkan siapa pun. Segera setelah sekian puluh negeri terjajah berhasil …

Reideologisasi dan Retradisionalisasi dalam Politik Read More »

Tahan Berpolitikkah Pondok Pesantren?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam apa yang dinamakan ‘Muktamar Sukolilo’ di Surabaya baru-baru ini, kubu Alwi Shihab mengalami permasalahan yang cukup serius. Pertama, KH. Abdullah Faqih dari Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan di Tuban, menyatakan siap bertemu penulis kapan saja. Penulis mensyaratkan pertemuan itu harus diselenggarakan di luar ponpes tersebut, karena ‘biang kerok’ persoalan antara beliau …

Tahan Berpolitikkah Pondok Pesantren? Read More »