pkb

Membaca Perasaan Calon Pemilih

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada saat penulis berpergian ke Amuntai di Kalimantan Selatan, di hampir seluruh perjalanan darat lebih dari 200 km itu (Bandara Syamsudin Noor ke Amuntai), para penduduk berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat yang akan penulis lalui. Ini tentu sesuai dengan “kekuatan” NU di propinsi tersebut, yang selama ini merupakan pangkalan utama organisasi sosial keagamaan …

Membaca Perasaan Calon Pemilih Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam acara NU (Nahdlatul Ulama)/PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan beberapa pesantren di Kalimantan Se­latan, serta orasi budaya dalam Konferensi Besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Samarinda, Penulis melihat sebuah fenomena yang sangat menarik. Di tiap tempat, penulis selalu disuguhi pagelaran qasidah shalawat badar, bahkan di acara lainnya justru orang-­orang non­muslim …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (1) Read More »

Hasil dan Biaya Tak Sepadan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Saya gunakan cara yang tidak biasa dalam tulisan ini, yaitu cara tanya jawab yang jarang digunakan dalam penulisan kolom. Bagaimana Anda memandang hasil-hasil tidak resmi dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta? Tidak sepadan hasil dan biayanya. Mengapa demikian? Karena pemilihan gubernur dilakukan secara curang. Mengapa Anda berpandangan demikian? Karena …

Hasil dan Biaya Tak Sepadan Read More »

NU, PKB, dan Dialog

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Nahdlatul Ulama (NU) dalam tulisan ini adalah perkumpulan agama yang berdiri sejak 1926. Namun NU telah beraktivitas sejak 1913 ketika KH A Wahab Chasbullah dari Tambak Beras, Jombang, mendirikan Syarikat Islam (SI) cabang Mekkah. Saat itu, Wahab Chasbullah, sepupu KH M Hasyim Asy’ari dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang juga gurunya sewaktu   menjadi santri di Tebuireng, melaksanakan hal itu bersama …

NU, PKB, dan Dialog Read More »