orde baru

Dapatkah Keberagaman Dipertahankan?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Melihat kepada kenyataan, orang sangat khawatir akan terjadinya penyeragaman di mana-mana, paling tidak dalam hal selera. Berbagai macam waralaba makanan cepat saji (fast food) internasional yang banyak terdapat di negeri ini merupakan contoh paling gampang. Kalau fast food adalah lambang penyeragaman selera di bidang pangan, maka jeans merupakan penyeragaman selera di bidang pakaian. …

Dapatkah Keberagaman Dipertahankan? Read More »

Elitisme, Populisme, dan Profesionalisme Kerakyatan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Yang dimaksudkan dengan elitisme adalah pandangan, bahwa hanya “cabang atas” masyarakat saja yang tepat pandangannya. Rakyat terlalu bodoh, karena mereka tidak terdidik. Dengan demikian, pengetahuan mereka tidak tersusun dengan baik dan dengan sendirinya pandangan yang dihasilkannya juga tidak baik. Walhasil, rakyat yang bodoh itu hanya sedikit pengetahuannya, tidak seperti para elit …

Elitisme, Populisme, dan Profesionalisme Kerakyatan Read More »

Demokratisasi Hidup Bangsa

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Reformasi yang memakan korban jiwa para mahasiswa di Universitas Trisakti (Grogol, Jakarta), Universitas Atmajaya di Semanggi dan peristiwa Jembatan Semanggi (Jakarta), ternyata tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Mengapakah demikian karena reformasi itu ternyata telah “dicuri” orang. Bahkan sekarang muncul pengamatan, bahwa sebagian dari perjalanan hidup bangsa kita, mendambakan kembali pemerintahan Orde …

Demokratisasi Hidup Bangsa Read More »

Masa Depan Demokrasi di Indonesia

Oleh : KH. Abdurrahman Wahid Dalam era reformasi seperti sekarang ini timbul suatu pertanyaan; mungkinkah demokrasi di Indonesia dapat ditegakkan pada periode setelah pemilu yang akan datang? Jawaban atas pertanyaan di atas adalah tidak. Pernyataan ini tentulah mengejutkan banyak pihak, karena dalam kenyataan telah terjadi perubahan besar dalam panggung politik yang lebih memberikan peluang bagi …

Masa Depan Demokrasi di Indonesia Read More »

Asas Kebangsaan dan Ambisi Politik

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dua buah perkembangan yang tampaknya saling menekan terjadi saat ini. Antara ”kesetiaan” pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan berkembangnya paham kebangsaan secara luas saat ini. Ketika Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, mengumumkan dengan cara spektakuler ”aliansinya” dengan Surya Paloh dari Partai Golkar, tentu banyak orang membuat perkiraan-perkiraan. Salah satu di …

Asas Kebangsaan dan Ambisi Politik Read More »

Ideologi, Perikemanusiaan, dan Manusia

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Di waktu jaya-jayanya pemerintahan Orde Baru, penulis dan teman-teman mendirikan Forum Demokrasi. Dalam forum itu bergabung aneka ragam manusia dengan ideologi masing-masing. Ada yang berideologi sosialistik, nasionalistik, dan bahkan berideologi humanistik (perikemanusiaan). Forum ini oleh sementara kalangan intern, dianggap tidak efisien dan kurang mencapai hasil. Di sisi lain oleh pemerintahan Orde …

Ideologi, Perikemanusiaan, dan Manusia Read More »

Dwifungsi ABRI: Prinsip dan Cara

Oleh: Abdurrahman Wahid Dwifungsi ABRI telah memberikan bekas yang sangat mendalam bagi kehidupan kita sebagai bangsa. Apa yang dituduhkan pada Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)—(Sekarang TNI- red) di Aceh, umpamanya, adalah gambaran dari dalamnya bekas kesejarahan yang dimainkan oleh ABRI. Belum lagi sekian banyak peristiwa lain yang terjadi dalam sejarah Indonesia semenjak 32 tahun terakhir. …

Dwifungsi ABRI: Prinsip dan Cara Read More »