islam

Sebuah Perspektif Nasi Tumpeng

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Seorang ibu dari Semarang punya kasus yang lucu. Setiap tahun ia mendapat undangan ke Istana Merdeka. Mungkin sebagai pahlawan (yang masih hidup) atau keluarganya, mungkin juga karena sebab lain. Nah, pada tahun 1981, ia membungkus nasi tumpeng buatan Istana, dan menyimpannya di rumah – hingga hari ini. Para tentangga tertawa melihat ia …

Sebuah Perspektif Nasi Tumpeng Read More »

Gila NU, NU Gila

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada suatu malam, setelah jam 01.00 WIB, dokter Fahmi Dja’far Saifuddin menjemput penulis di rumah Jl. Kutilang, Cilandak. Maksudnya, adalah mengajak penulis ke Tanjung Priok, karena ada telepon agar kami berdua saat itu juga pergi ke sana. Penulis nyatakan pada dokter itu, bahwa kalau kita datang sebelum jam 24.00 WIB maka …

Gila NU, NU Gila Read More »

Hak Asasi Wanita dalam Islam

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Terus terang saja hak asasi wanita bagi saya masih gelap. Apa yang selama ini dikatakan sebagai hak-hak asasi wanita bagi saya masih merupakan problem, dalam arti belum saya mengerti. Dalam hal ini bukan berarti saya tidak setuju dengan perjuangan hak-hak kaum wanita selama ini, tetapi untuk setuju prasyarat utamanya harus mengerti …

Hak Asasi Wanita dalam Islam Read More »

Kerudung dan Kesadaran Beragama

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Kerudung adalah “pemandangan” biasa di kalangan kaum muslimin yang taat beragama. Tidak semua wanita muslim dikenal dengan sebutan muslimat, menggunakannya. Namun porsi pemakainya cukup besar guna melekatkan predikat “biasa” di atas. Ke pasar, rumah sakit, masjid maupun pesta dan upacara, pendeknya ke semua keperluan di luar rumah, kerudung selalu di pakai, …

Kerudung dan Kesadaran Beragama Read More »

Islam Setuju Kemiskinan?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Peristiwanya terjadi di sebuah latihan pengembangan masyarakat di pesantren Guluk-Guluk, Sumenep, Madura. Seorang peneliti kelas kakap sedang mengajarkan dasar-dasar penelitian yang harus melandasi pengembangan masyarakat. Sang peneliti merumuskan tujuan akhir dari kerja pengembangan, yakni pemberantasan kemiskinan. Dengan serta merta ia masuk ke dalam perdebatan sengit, dan dia pun diperlakukan sengit oleh …

Islam Setuju Kemiskinan? Read More »

Berbeda Tetapi Tidak Bertentangan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan FES (Friedrich Ebert Stiftung) di Singapura baru-baru ini, dalam sesi pertama para peserta membicarakan konsep Samuel Huntington tentang pembentukan antarbudaya (clash of civilization). Yang menggemparkan, beberapa peserta membicarakan konsep itu sebagai landasan pembenaran bagi pendapat adanya para teroris. Namun, Islam sebagai jalan hidup (syar’iah) menolak pengunaan …

Berbeda Tetapi Tidak Bertentangan Read More »

Islam: Kajian Klasik ataukah Wilayah?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada waktu mendiang Dr. Soedjatmoko masih menjabat sebagai Rektor Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Tokyo, penulis diundang ke sana untuk mengemukakan pandangan tertulis mengenai kajian Islam. Undangan tersebut ternyata membawa kepada sebuah pengembaraan yang sangat menarik hati penulis. Di samping bertemu Dr. Hassan Hanafi, yang sangat dihormati penulis, penulis juga bersama Dr. Soedjatmoko …

Islam: Kajian Klasik ataukah Wilayah? Read More »

Mengubah Pandangan Sebuah Bangsa

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada Ramadhan lalu penulis berkunjung selama beberapa hari ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Semula ia mendarat di Guangzhou (dahulu Kanton), dan menginap semalam di kota tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Beijing untuk dua malam. Walaupun menurut pihak protokol, penulis hanya dijadwalkan menjadi tamu pada institut masalah-masalah luar negeri (Institute of …

Mengubah Pandangan Sebuah Bangsa Read More »

Umat Islam, di manakah Alamatmu?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa tahun yang lalu, Sydney Jones menulis sebuah artikel dalam jurnal ilmiah Indonesia, terbitan Univeritas Cornell, di New York. Dalam tulisan itu ia menyebutkan beberapa kali istilah “umat Islam”, yang sebenarnya telah diartikan berbeda-beda oleh para ahli yang berlainan lebih dari 100 tahun lamanya. Penulis juga senantiasa menyatakan, paling tidak kata …

Umat Islam, di manakah Alamatmu? Read More »