islam

Pandangan Kita Harus Historis

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa hal dapat dikemukakan dalam kesempatan ini. Pertama, sejarah Islam telah menunjukkan kepada kita bahwa dalam meninjau perkembangan sejarah, selalu kita dapati bahwa responss kaum muslimin terhadap tantangan-tantangan dari luar selalu mengambil salah satu dari dua sudut pandang. Pertama dari sudut pandangan kultural/ budaya, yang menunjukkan dengan jelas pertalian antara Islam dan …

Pandangan Kita Harus Historis Read More »

Moralitas: Keutuhan & Keterlibatan

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Para mubaligh di masa ini senang sekali mengutip ucapan Nabi: “Beramallah bagi (kepentingan) duniamu seolah-olah kau benar-benar akan hidup selamanya dan beramallah untuk (kepentingan) akhiratmu seolah-olah engkau benar-benar akan mati esok.” Dengan ucapan itu kemudian dibuktikan bahwa Islam memandang urusan duniawi sama pentingnya dengan urusan ukhrawi. Tetapi ada akibat sampingan dari …

Moralitas: Keutuhan & Keterlibatan Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (2)

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Beberapa partai masih mencantumkan Islam sebagai asas/dasar negara, begitu juga beberapa perkumpulan lain non-politis. Ketika hal itu ditanyakan pada penulis, maka jawabannya adalah biar saja, karena itu adalah kehendak mereka. Dengan rasa heran, yang bertanya mengemukakan: aneh sekali, Anda dari dahulu selalu menentang negara Islam, mengapakah partai politik yang berasaskan Islam …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? (2) Read More »

Islam: Ideologis ataukah Kultural?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada waktu penulis berkunjung ke Pusat Persatuan Muslim Tiongkok, penulis menyatakan persamaan antara kaum muslimin Tiongkok dan Indonesia. Kedua negeri diatur oleh Undang-Undang Dasar (UUD) yang mengingkari Islam sebagai dasar negara. Dalam struktur seperti itu, Islam tidak berfungsi sebagai hukum negara, melainkan sebagai jalan hidup masyarakat. Dalam hal ini, tentulah masyarakat …

Islam: Ideologis ataukah Kultural? Read More »

Islam: Keras dan Lembut, Dulu dan Kini

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Ketika berada di Washington DC, penulis menghadiri Konvensi American Jewish Committee (AJC). Mengapakah hal itu penulis lakukan, padahal AJC adalah sebuah organisasi yang mungkin tidak disenangi jumlah sangat besar kaum muslimin? Jawabannya sederhana saja: bahwa kalau tidak kita terangkan pada mereka, mereka tetap tidak akan tahu selamannya tentang sisi-sisi lembut dari …

Islam: Keras dan Lembut, Dulu dan Kini Read More »

Islam dan Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Abdurrahman Wahid Dalam ushul fiqh (teori hukum Islam), dikemukakan keharusan seorang pemimpin agar mementingkan kesejahteraan rakyat yang dipimpin, sebagai tugas yang tidak dapat tidak harus dilaksanakan: “kebijaksanaan dan tindakan Imam (pemimpin) harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpin” (tasyarruf al-imam ‘ala al-ra’iyyah manuutun bi al-maslahah), menetapkan hal ini dengan sangat jelas. Tujuan berkuasa …

Islam dan Kesejahteraan Rakyat Read More »

Islam dan Perjuangan Negara Islam

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Penulis menerima sebuah permintaan dari teman-teman dalam MILF (Moro Islamic Liberation Front), untuk menghentikan penyerbuan tentara Filipina atas kamp-kamp mereka di Filipina Selatan. Padahal, mereka sudah menandatangani perjanjian Tripoli (Libia) baru-baru ini yang berisikan ketentuan memperjuangkan otonomi daerah itu bagi kaum muslimin, melalui negosiasi dan perundingan. Ini berarti mereka telah meninggalkan …

Islam dan Perjuangan Negara Islam Read More »

Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Islam

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Selama ini orang menganggap bahwa Marxisme-Leninisme atau lebih mudahnya komunisme, berada dalam hubungan diametral dengan Islam. Banyak faktor pendorong kepada tumbuhnya anggapan seperti itu. Secara politis, umpamanya dalam sejarah yang belum sampai satu abad. Marxisme-Leninisme telah terlibat dalam pertentangan tak kunjung selesai dengan negara-negara (dalam artian pemerintahan negara bangsa atau nation state), …

Marxisme-Leninisme dalam Perspektif Islam Read More »

Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan?

Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Salah satu yang menarik dari pengangkatan para menteri Kabinet Pembangunan IV adalah nama Munawir Djadzali untuk jabatan menteri agama. Karena ia menggabungkan dalam dirinya beberapa latar belakang: pendidikan agama semasa muda, perhatian ilmiah tentang Islam (melalui kajian di luar negeri) dan karir diplomatik. Seolah-olah, dengan itu terkumpul beberapa unsur yang akan …

Islam: Punyakah Konsep Kenegaraan? Read More »

Islam, Nasionalis, dan Orang Arab

Peter Mansfield, dalam bukunya History of the Middle East, menyatakan bahwa Islam memang sejak kelahirannya tidak mengemukakan konsep tentang sebuah negara. Namun, seluruh bangunan hukum, tradisi, dan ajaran-ajaran Islam bertumpu pada kekuasaan negara untuk mengatur kehidupan individu menurut garis-garis yang jelas. Mereka harus kawin berdasarkan aturan-aturan tertentu, membagi waris juga menurut aturan-aturan tertentu. Mereka harus taat …

Islam, Nasionalis, dan Orang Arab Read More »