Kedatangan Gus Dur Disambut Umar al-Basyir, Mengadakan Pertemuan Bilateral di Sudan 2001

Sumber Foto: Youtube Qfficial iNews

Oleh: K.H. Abdurrahman Wahid

Sebagaimana diketahui kita sudah berkunjung ke Yaman, ke Emirat kemudian mengikuti KTT D8 di Kairo, terus ke Nigeria dan sekarang di Sudan. Nanti Pak Alwi Sihab akan menguraikan apa yang telah dilakukan di negara-negara tersebut di bidang yang sifatnya umum. Pak Mahfuz akan berbicara mengenai masalah-masalah keamanan dan pertahanan. Saya sendiri tidak akan banyak memberikan sesuatu, kita serahkan pada kedua beliau ini. Sedangkan di antara kita juga ada anggota DPR pak Yasril ketua komisi satu dan Pak Nadzir Muhammad.

Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya dengar tadi pagi di Abuja, dari Pak Yudoyono membahas situasi di Sampit sudah kembali kepada keadaan yang baik. Di Palangkaraya malah sudah normal, toko-toko sudah buka dan sebagainya, sedangkan di pangkalan pun yang tadinya diancam dengan adanya kerusuhan ternyata tidak ada sampai sekarang. Pihak keamanan telah menyebarkan empat batalion pasukan ke hutan-hutan. Beberapa jam lagi, waktu untuk Indonesia pagi tapi kalau sini mungkin malam. Itu Ibu Megawati Sukarno Putri dengan disertai Panglima TNI mungkin juga Kapolri akan datang ke Sampit untuk meninjau keadaan.

Ya memang pak Yudoyono tadi sedikit menyinggung masalah kata-kata dari Pak Amin Rais yang meminta beliau mundur. Ya katanya pak Yudoyono sebagaimana ada di dalam petikan atau salinan yang terdapat dalam internet, bahwa beliau meminta adanya investigasi. Dan kalau memang beliau bersalah bersedia bertanggung jawab kepada Presiden. Saya rasa ini ya saking marahnya dia gitu. Kalau bagi saya sendiri ya, kepercayaan saya kepada pak Yudoyono tetap saja tidak ada perubahan. Sebagaimana dapat anda lihat selama ini. Saya rasa demikian dan akan disampaikan kepada anda oleh pak Alwi Sihab apa saja yang telah kita capai dalam kunjungan ke berbagai negara ini, kemudian disusul oleh Pak Mahfud dan setelah itu nanti ada tanya jawab.

Pertama, saya rasa bahwa saya pergi menunjukkan keadaan gak ada apa-apa. Kalau toh ada riak-riak kecil seperti terjadi di Kalimantan maka itu merupakan sebuah hal yang menurut saya wajar saja/alami. Karena memang terjadi pertentangan besar di antara orang-orang Madura dan orang-orang Dayak. Nah kita bertugas untuk menyelesaikan keadaan itu dan sekarang telah terselesaikan ya. Tentu masalah jangka panjangnya masih harus di kerjakan nanti setelah kembali ke tanah air.

Kedua, mengenai masalah kembali tanah air pada langkah-langkah tertentu saya belum melihat hal itu. Kecuali bahwa kita meneruskan apa yang telah ada selama ini. Adapun mengenai penilaian bahwa kunjungan ke luar negeri ini, kok keadaan masih begini. Ya buktinya enggak ada apa-apa. Ditindak lanjuti cuma tidak diumumkan, tidak di beritakan dan itu sebagiannya karena kesalahan pers sendiri enggak mau memberitakan bukan kesalahan pemerintah. Jadi kita kerjakan banyak sekali yang dikerjakan, khususnya mengenai satu masalah yaitu bahwa integritas teritorial kita itu terjaga dengan baik. Seluruh dunia sekarang ini negara-negara mengakui integritas wilayah kita. Jadi ini penting sekali untuk diingat, ini saja sudah berarti luar biasa. Apalagi kalau diingat ada tambahannya yaitu adanya hubungan-hubungan ekonomi, kemudian hubungan Pendidikan, hubungan budaya dan tentu juga hubungan politik dengan negara-negara yang ada.

Yang jarang sekali dipikirkan orang itu bahwa sebenarnya kunjungan ke negara-negara berkembang itu sangat punya arti besar. Karena dengan itu kita lalu mampu menggalang, katakanlah kemungkinan-kemungkinan baru untuk melakukan perdagangan dengan negara-negara lain. Kita tidak bergantung kepada, katakanlah jalur-jalur tradisional yang ada melalui negara-negara maju yang teknologinya sudah lanjut, karena itu berarti kita harus membayar lagi peranan mereka sebagai middleman sebagai orang Tengah. Tentu harus ada bayaran lagi lebih mahal lagi, oleh karena itu kita coba untuk mengadakan hubungan langsung antara negara-negara berkembang. Dan juga sesuai dengan asas politik kita, yaitu: bahwa kita harus mampu berdiri atas kaki sendiri.

Saya akan ke yang dekat, yaitu pada bulan april ke Australia, New Zealand yang akan dilanjutkan dengan adanya pertemuan antara Perdana Menteri John Howard, Zahnal Kusmao dan saya. Target apalagi ya, targetnya memperbaiki hubungan dan mencoba bersama-sama menentramkan situasi di daerah sana. Khususnya juga untuk membantu apa itu namanya Timor Timor kalau sudah berdiri bebas nanti. Dengan adanya Forum Pasifik Barat, yang belum-belum saja sekarang sudah diterima oleh Australia, oleh New Zealand. Dan timor timor sendiri sudah menyatakan lamsorta, rasa terima kasihnya kepada kita.